5 Tips Agar Tidak Terjebak Fintech Palsu

July 28, 2022 Fintech No Comments

Kesadaran masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan financial technology atau fintech tampaknya semakin meningkat. Namun hal tersebut justru membuka kesempatan bagi banyak oknum untuk melakukan tindakan penipuan. 

Sekarang ini fintech palsu atau ilegal terus bermunculan dan sudah banyak yang menjadi korbannya. Total kerugian yang harus ditanggung para korban pun tak sedikit, bahkan ada yang mencapai ratusan juta rupiah. Padahal, pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga sudah melakukan berbagai upaya untuk memberantas keberadaan fintech ilegal. 

Persyaratan serta pengajuan yang mudah adalah beberapa alasan yang membuat masyarakat mudah tergiur menggunakan fintech, terutama saat butuh pinjaman.  Sayangnya, hal itu tidak disertai dengan pengetahuan yang cukup untuk bisa membedakan fintech legal dan ilegal. 

Untuk itu, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini tentang fintech ilegal dan bagaimana cara efektif agar kamu bisa menghindarinya.

Ciri-ciri Fintech Palsu yang Harus Kamu Hindari

Manfaat yang bisa kamu peroleh dengan fintech sangat banyak, contohnya berfungsi sebagai transaksi pembayaran, investasi hingga mendapatkan pinjaman online. Nah, berikut ada beberapa ciri fintech palsu agar kamu bisa menghindarinya. 

  • Tidak mengantongi izin resmi dari OJK
  • Meminta akses data pribadi secara berlebihan
  • Tidak transparan terhadap besaran bunga pinjaman
  • Kontak perusahaan mencurigakan atau tidak dicantumkan
  • Menawarkan produk melalui pesan singkat secara spam
  • Sering menebar ancaman saat proses penagihan

Ciri-ciri di atas sudah umum dilakukan oleh para fintech ilegal, namun kemungkinan masih ada beberapa modus baru yang mereka gunakan. Lalu, bagaimana caranya agar tidak terjebak dalam jeratan fintech ilegal ? Simak penjelasannya berikut ini !

Ikuti Tips Berikut untuk Hindari Jebakan Fintech Ilegal

Ada lima tips yang bisa kamu terapkan untuk menghindari jebakan fintech ilegal, yakni sebagai berikut :

1. Cek Kembali Legalitasnya 

Hal pertama yang bisa kamu lakukan yaitu memastikan kembali bahwa perusahaan fintech tersebut memang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun Bank Indonesia (BI). 

Kedua institusi tersebut yang paling berwenang memberikan izin resmi dan legalitas perusahaan-perusahan fintech. Nah, untuk bisa melakukan pengecekan, kamu bisa mengakses beberapa kontak dan situs di bawah ini :

  • Akses situs resmi OJK www.ojk.go.id dan pilih menu IKNB lalu klik Fintech. Atau klik tautan berikut : bit.ly/daftarfintechlendingOJK
  • Hubungi Kontak OJK melalui sambungan telepon 157 atau WhatsApp 081 157 157 157
  • Hubungi Kontak BI melalui Contact Center BICARA (6221) 131

2. Cari Tahu Lebih Lanjut Mengenai  Fintech Tersebut

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, salah satu ciri fintech ilegal yaitu tidak jelas kontak perusahaannya dan cenderung mencurigakan. Maka dari itu, sebelum kamu memutuskan untuk menggunakannya, lebih baik cari tahu terlebih dahulu tentang perusahaan tersebut. 

Meskipun perusahaan fintech sudah mencantumkan beberapa informasi, seperti alamat kantor, kontak, dan alamat email, namun kamu harus tetap pastikan jika semuanya valid. Karena tak sedikit fintech ilegal yang mencantumkan informasi asal terkait perusahaan. Biasanya juga alamat email yang digunakan adalah email pribadi bukan atas nama perusahaan.

3. Pahami Kembali Pesyaratan dan Ketentuan yang Diminta

Hal berikutnya yang tidak boleh kamu lewatkan yaitu memahami semua persyaratan dan ketentuan yang diminta oleh perusahaan tersebut. Jangan pernah percaya pada perusahaan fintech yang mewajibkan kamu untuk memberikan akses ke data pribadi yang seharusnya tidak dibagikan. 

Misalnya, meminta akses ke galeri, riwaya panggilan hingga daftar kontakmu. Bahkan ada beberapa fintech ilegal yang salah satu syaratnya harus melampirkan surat tanah. 

4. Waspada dengan Penggunaan Rekening Pribadi

Bukan hanya penggunaan email pribadi, kamu juga perlu hati-hati dengan oknum yang mencantumkan rekening atas nama pribadi. Untuk memastikannya, kamu bisa mengunjungi situs www.cekrekening.id yang dibuat oleh Kemkominfo. 

Kamu hanya perlu memasukkan nomor rekening yang dicurigai, lalu akan muncul informasi apakah nomor rekening tersebut memang ada indikasi penipuan atau tidak. Jangan sampai kamu terlanjur melakukan transaksi dengan nomor rekening tersebut hanya karena tidak berpikir dua kali dan terlalu percaya. 

5. Jangan Mudah Tergiur 

Beberapa fintech ilegal pasti akan menawarkan produk-produknya secara tidak logis. Misalnya, menawarkan keuntungan yang sangat besar dan tidak masuk akal. Atau mudah mendapatkan dana pinjaman dengan nominal yang besar dan proses pencairannya tidak perlu menunggu lama bahkan hanya lima menit. 

Maka, jangan sampai terlalu mudah tergiur dengan penawaran-penawaran yang semacam itu. Karena semudah apapun penggunaan fintech yang terbukti legal saat ini, namun masih tetap masuk akal.

Nah, demikian beberapa ciri fintech ilegal dan kelima tips agar kamu tidak mudah terjebak dengan hasutan mereka. Semoga setelah membaca artikel ini, kamu semakin waspada dan lebih hati-hati sebelum memilih perusahaan fintech, ya !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *