Cara Tepat Menghadapi Penagih Hutang Pinjaman Online

September 27, 2021 Fintech No Comments

Pada waktu tertentu pinjaman online memang memberikan kemudahan bagi sebagian dari kita, baik sebagai dana darurat ataupun modal usaha. Tetapi di sisi lainnya, pinjaman online dapat mempengaruhi keuangan, bila kita tidak menggunakannya secara bijak.  

Apabila kita mengajukan pinjaman online tanpa adanya perencanaan, tagihan pinjaman beserta bunga yang dikenakan kepada kita, akan semakin menumpuk. Akhirnya kita pun semakin sulit untuk melunasi hutang tersebut. 

Tidak hanya sampai situ, jika kita tidak segera melunasi hutang pinjaman online kita, maka teror dari penagih hutang pun akan menghampiri kita. Pastinya berhubungan dengan debt collector sangat ditakuti oleh sebagian dari kita. Apalagi kalau kita terjerumus pada pinjaman online ilegal, bentuk teror tersebut bisa saja mengancam kehidupan kita serta keluarga kita. 

Oleh karena itu penting bagi kita untuk memiliki perencanaan yang baik. Apabila dirasa bisa mengajukan pinjaman di bank konvensional, justru lebih baik mengajukan pinjaman di bank tersebut. Karena seperti yang kita tahu, aktivitas penagihan debt collector ini, minim terjadi bila di bank-bank resmi yang telah terdaftar OJK.

Pastinya kita memiliki rasa takut dan was-was jika berada di situasi seperti itu. Untuk bisa menghadapinya kita memerlukan cara, agar tidak mendapatkan teror dari debt collector. Berikut ini merupakan cara agar kita bisa menghadapi debt collector pinjaman online dengan sikap yang cerdas. 

hutang pinjaman online

Memahami kebijakan OJK perihal Penagihan Hutang Pinjaman Online

Sebelum masuk terlalu dalam pada pembahasan cara menghadapi debt collector. Alangkah baiknya jika kita mengetahui aturan dan regulasi yang telah berlaku dari Ojk tentang penagihan hutang pinjaman online. Seperti yang kita tahu sebelumnya, penagihan dengan metode teror oleh debt collector ini, hanya berlaku jika kita tidak mulanasi hutang kita di waktu yang telah ditetapkan. 

Berdasarkan aturan yang berlaku, penagih hutang yang dilakukan oleh debt collector kepada nasabah, sudah tidak berlaku lagi. Apabila nasabah tersebut dalam waktu 90 hari setelah jatuh tempo pinjaman, tak kunjung membayar. Maka pihak peminjam dapat melapor serta memasukkan nama nasabahnya ke daftar hitam peminjam. 

Setelah masuk di daftar hitam ini, peminjam tidak akan bisa melakukan pinjaman lagi baik itu di perbankan ataupun P2P lending.  Sehingga sebelum bisa melunasi hutang pinjaman online, maka peminjam tidak akan bisa mengajukan pinjaman di waktu mendesak di bank manapun.

Selalu Jeli serta Waspada dalam Memilih Layanan Pinjaman Online

Pinjaman online memang mempermudah kita untuk melakukan aktivitas perbankan di waktu mendesak. Namun karena adanya stigma tentang penagihan debt collector ini, maka sebagian dari kita pun menjadi takut dan enggan untuk melakukan pinjaman di P2P lending

Kunci agar kita tidak terlilit hutang hingga dikejar debt collector yang meresahkan hidup kita. Pastinya dengan menumbuhkan sikap jeli dan waspada. Jika kita meminjam di P2P lending yang sudah terdaftar di OJK, maka teror debt collector pun tidak akan kita rasakan.

Sikap jeli pun perlu kita tingkatkan juga, seperti menanyakan beberapa hal yang berkaitan dengan kredibilitas pinjaman online tersebut. Misalnya bertanya identitas layanan tersebut, meminta ditunjukkan kartu sertifikat profesi, serta kalau sudah hutang dan menunggak, jelaskan dengan sopan alasan keterlambatan membayar hutang. 

Tidak hanya sampai disitu, kita pun perlu mencari tahu surat kuasa penagihan, apabila terjadi aktivitas penyitaan barang. Kalaupun memang harus disita, pihak penyita harus menunjukkan sertifikat jaminan fidusia terlebih dahulu. Penunjukkan sertifikat fidusia ini bisa berupa dokumen asli ataupun salinan. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *