Tentang Stigma Pinjaman Online dan Sikap Jeli Sebelum Bertindak

September 5, 2021 Fintech No Comments

Arus informasi yang begitu cepat, memberikan kemudahan bagi kita untuk mendapatkan apa yang diinginkan secara cepat dan mudah. Bahkan kemudahan akses tersebut, bisa dirasakan di berbagai lini kehidupan kita. Contohnya pinjaman online peer-to peer (P2P), yang merupakan kemudahan dalam bidang teknologi finansial (financial technology/fintech). 

Sejak masa pandemi COVID-19 hingga sekarang ini, sudah banyak orang yang kehilangan pekerjaannya. BPJS Ketenagakerjaan menyebutkan sekitar 2,8 juta pekerja, kehilangan sumber mata pencahariannya.  Oleh sebab itu, untuk mencari jalan keluar dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, banyak diantara mereka mengajukan pinjaman online sebagai modal usaha.

Namun fintech bukanlah solusi yang menjanjikan untuk keluar dari masalah tersebut, apalagi di masa pandemi seperti saat ini. Pinjaman online masih luput dari kebijakan restrukturisasi pinjaman Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ditambah lagi banyaknya aduan konsumen terkait pinjaman online ilegal, yang banyak dikeluhkan di tahun 2019. Sehingga, ditakutkan dapat memberatkan konsumen yang memiliki keterbatasan ekonomi dan kehilangan pekerjaan di masa pandemi COVID-19.  

Sebenarnya hadirnya pinjaman online dapat memberikan manfaat bagi UMKM dan ekonomi negara. Dimana bagi UMKM, yang belum memenuhi syarat mengajukan pinjaman di bank konvensional, dapat dijadikan alternatif dalam suntikan dana modal usahanya. Sedangkan untuk negara, pinjaman online memiliki peran dalam kontribusi kenaikan inklusi keuangan. 

Pinjaman online sebenarnya menawarkan alternatif bagi pelaku bisnis, dengan persyaratan yang mudah sekaligus cepat. Selain itu, industri pinjaman online ini tidak membutuhkan kantor untuk menjangkau nasabahnya. Hal itu dikarenakan mereka bergerak dan terhubung dengan masyarakat, melalui pemanfaatan data internet. Hingga pada tahun 2016, OJK mulai mengawasi industri ini.

bisnis pinjaman online

Tepat di bulan Agustus tahun 2021, akumulasi penggunaan penyaluran dana yang telah digunakan sejumlah Rp 294,49 triliun. Dilansir dari m.bisnis.com, bahwa nilai pendanaan yang masih berjalan (outstanding) sejumlah Rp 26,10 T atau naik dengan jumlah 115,10% (YoY). Sehingga dari kenaikan angkat tersebut, bisa disimpulkan, bahwa kehadiran pinjaman online sudah diterima dengan baik oleh sebagian besar masyarakat. 

Seiring berjalannya waktu, dengan melihat pasar bisnis pinjaman online yang semakin ramai dan menggiurkan bagi sebagian pihak. Muncul beberapa oknum yang merusak citra tersebut. Ramainya pelaku bisnis pinjaman online yang tidak terdaftar OJK (ilegal) mulai membuat resah konsumen. Pinjaman online ilegal ini, memiliki ciri penawaran yang tidak menguntungkan bagi konsumen.

Seperti bunga yang tinggi, prosedural yang tidak jelas, bahkan sampai menggunakan data pribadi secara vulgar serta proses penarikan yang kasar. Poin menggiurkan bagi konsumen yang ditawarkan pinjol ilegal ini, berupa kemudahan pencairan dana tapi memunculkan kesusahan di sisi sebaliknya. 

Fenomena yang terjadi ini, membuat citra bisnis pinjaman online mulai di-enggani  oleh sebagian besar masyarakat. Padahal berdasarkan data yang telah dipaparkan tadi. Munculnya pinjaman online dapat memberikan manfaat bagi UMKM dan sebagian masyarakat dalam menjalankan usahanya. 

Oleh karena itu, perilaku buruk dari bisnis pinjaman online ilegal ini perlu diberantas bersama-sama. Kita pun perlu jeli, agar tidak terjerumus dalam lingkaran pinjaman online ilegal. Perlu kita tahu, berapa jumlah perusahaan bisnis pinjaman online yang tergabung di OJK. Serta berapa jumlah perusahaan pinjaman online ilegal yang telah diberantas oleh Satgas Waspada Investasi (SWI).

Saat ini OJK, Bank Indonesia (BI), Polri, Kemkominfo dan Kemenkop UKM telah menandatangani pernyataan bersama di tanggal 20 Agustus 2021. Upaya ini diperlukan agar memperkuat pemberantasan bisnis pinjaman online ilegal. Penanganan ini difokuskan pada tiga tindakan antara lain pencegahan, penanganan pengaduan, dan penegakan hukum.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *